anak dan isteriku tercinta
Ada sebuah kerinduan yang menggelora dalam dada saat teringat hari-hari bahagiaku bersama anak dan isteriku. Kami menjalani kehidupan kami yang sederhana dengan penuh bahagia dan kedamaian. Dimulai dengan mengantar anakku sekolah, mengantar isteri ke pasar, mencari nafkah, dan sesekali membantu pekerjaan isteriku di rumah dan kegiatan rutin lainnya tanpa pernah meninggalkan satu kalipun kewajiban agamaku.
Biasanya selepas Isya bila tak ada undangan kenduri ataupun kegiatan lainnya kami sekeluarga berkumpul. Isteriku asyik nonton sinetron, anakku belajar, dan aku sendiri menyiapkan menu makan malam favourite anakku, yaitu mie instan rebus yang dicampur dengan ati ayam balado masakan isteriku + capucino.
Alangkah bahagianya melihat anak lelakiku satu-satunya makan dengan lahapnya, nasi satu piring yang kami makan berdua + mie rebus langsung tandas dalam waktu sekejap, terkadang isteriku yang sedang asyik nonton sinetron datang menghampiri utk sekedar mencicipi makanan kami 2 sendok atau 3 sendok, karena kalau lebih dari segitu takut gemuk katanya.
Aku begitu menikmati kehidupanku dengan keluargaku sehingga bila ada kegiatan pada malam hari spt kenduri ataupun yang lainnya aku suka malas memenuhinya karena aku ingin sllu bersama anak dan isteriku, padahal setiap hari kami bertemu.
Tapi entah kenapa aku begitu bodohnya sehingga saat ini harus jauh dari orang2 yang aku sayangi, aku tak cukup pandai berusaha sehingga usahaku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar